PENGERTIAN DAN PENERAPAN AQIDAH ISLAM

PENGERTIAN DAN PENERAPAN AQIDAH ISLAM
MAKALAH
PENGERTIAN DAN PENERAPAN AQIDAH ISLAM
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam
Dosen Pengampu : Drs. Imam Suyanto, M.Pd.

Kelompok V/ II B:
1. Tri Mulyani (K7111211)
2. Tri Nur Rohmah (K7111214)
3. Tri Wahyuni (K7111215)
4. Umi Muslikhatun (K7111218)
5. Umi Purwanti (K7111220)
6. Vina Anggia (K7111225)
PROGRAM S1 PENDIDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah berjudul “AKIDAH ISLAM” yang akan membahas tentang arti dan ruang lingkup akidah, iman kepada Allah SWT dan iman kepada malaikat-malaikat-Nya.Atas terselesainya makalah ini penyusau mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.
Penyusun menyadari dalam makalah ini masih banyak kekeliruan dan kekurangan yang menyebabkan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik dari pembaca yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Harapan penulis atas terbentuknya makalah ini adalah pembaca dapat mengetahui tentang arti akidah,iman kepada Allah dan iman kepada malaikat-malaikat-Nya. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi mahasiswa dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua terutama mengenai agama Islam.

Kebumen, Maret 2012

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai pemeluk agama Islam sejatinya kita harus mengetahui dan memahami tentang akidah Islam. Dimana islam itu memiliki asas yang didalamnya memuat seluruh ajaran islam yakni rukun iman.
Banyak orang yang mengetahui rukun iman namun hanya sebatas menghafal saja dan belum semuanya iman tersebut diaplikasikan dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan kenyataan tersebut sudah seharusnya kita sebagai kaum terpelajar haruslah berusaha untuk bisa mengaplikasikan akidah tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan akidah itu ?
2. Apakah iman kepada allah itu ?
3. Apakah iman kepada malaikat itu?
C. Tujuan
1. Mengetahui akidah dan ruang lingkupnya.
2. Mengetahui apa itu iman kepada Allah.
3. Mengetahui apa itu iman kepada malaikat.

BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN AQIDAH
Aqidah secara etimologi adalah ikatan, sangkutan. Kata “aqidah” dalam bahasa Arab sedangkan dalam bahasa Indonesia ditulis “akidah”. Dalam pengertian teknis berarti iman atau keyakinan. Akidah Islam di dalam Al-Quran disebut iman, iman bukan hanya berarti percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh kakerena itu, lapangan iman itu sangat luas bahkan menyangkut segala sesuatu yang dilakukan oleh seorang muslim yang disebut amal saleh. Oleh karena itu, iman didefinisikan sebagai berikut. “mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati dan melaksanakan degan segala anggota badan (perbuatan).
Akidah islam adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran yang wajib dipegang oleh seorang muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat. Akidah Islam adalah bagian yang paling pokok dalam ajaran Islam. Ia merupakan keyakinan yang menjadi dasar dari segala tindakan atau amal.
Akidah islamiyah, ditautkan dengan rukun islam yang menjadi dasar seluruh ajaran islam. Dimana kedudukannya sangat sentral dan fundamental, karena menjadi azaz dan sangkutan dan gantungan segala sesuatu dalam islam. Akidah islam berawal dari sebuah keyakinan kepada Zat Mutlak Yang Maha Esa yang disebut Allah. Kemaha-Esaan Alah dalam zat, sifat, perbuatan, dan wujud-Nya itu disebut Tauhid. Tauhid menjadi prima kausa seluruh keyakinan islam. Secara sederhana, sistematika ajaran islam sebagai berikut. Apabila orang telah menerima tauhid sebagai prima kausa yakni asal yang pertama, yang merupakan asal segala-galanya dalam keyakinan islam, maka rukun islam yang lainnya hanyalah sebagai akibat logis (masuk akal) saja penerimaan tauhid tersebut. Jika orang yakin bahwa (1) Allah mempunyai kehendak, sebagai bagian dari sifat-Nya, maka orang yakin pula dengan para (2) Malaikat yang diciptakan Allah melalui (perbuatan-Nya) untuk ada melaksanakan dan menyampaikan kehendak Allah yang dilakukan oleh malaikat Jibril kepada Rasul-Nya, yang dihimpun dalam (3) Kitab-kitab suci. Yaitu kitab suci yang masih murni dan asli memuat kehendak Allah, hanyalah Al-qur’an. Kemudian kehendak Allah itu disampaikan kepada manusia pilihan yang disebut Rasulullah atau Utusan-Nya. Oleh karena itu kita juga harus meyakini juga (4) Rasul yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan kehendak Allah kepada umat manusia, untuk dijadikan pedoman dalam hidup. Dalam kehidupan pasti akan berakhir suatu ketika, logisnya kita yakin dengan adanya (5) Hari Akhir, seluruh kehidupan yang ada di dunia ini akan berakhir. Allah akan menyediakan suatu menyediakan suatu kehidupan baru yang sifatnya baqa (abadi) tidak fana (sementara) seperti kehidupan di dunia ini. Untuk itu, manusia yang pernah hidup di dunia ini akan dihidupkan kembali, dan perbuatan-perbuatannya itu akan dimintai pertanggung jawaban secara individual mengenai keyakinan (akidah), tingkah laku (syari’ah), dan sikap (akhlak)-nya selama hidup di dunia yang fana ini. Dengan adanya hal ini, membawa konsekuensi pada keyakinan akan adanya (6) Qada dan Qodar yang berlaku dalam kehidupan manusia di dunia ini yang membawa akibat pada kehidupan di alam baka kekal.
Dari uraian diatas, tampak jelas dan sistematika pokok-pokok keyakinan islam (akidah islam) yang terangkum dalam istilah Rukun Iman. Pokok-pokok keyakinan ini merupakan azaz seluruh ajaran islam, yang jumlahnya ada enam. Dimulai dari (a) keyakinan kepada Allah,