MAKALAH UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU

BAB  I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar belakang

Di era globalisasi sekarang ini, proses peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan oleh  sebuah sistem. Yang mana sistem tersebut  mampu menggerakan beberapa komponen, antara lain berupa program kegiatan pembelajaran, peserta didik sarana prasarana pembelajaran, dana, lingkungan masyarakat, kepemimpinan kepala sekolah,dan lain- lain. Namun semua itu tidak akan efektif terhadap perubahan pengalaman perserta didik, apabila tidak didukung oleh keberadaan guru yang profesional. Guru merupakan salah satu pilar atau komponen utama yang dinamis dalam mencapai tujuan “mencerdaskan kehidupan bangsa”,dan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Ruang laboratorium dijadikan ruang kelas, ruang perpustakaan dipersempit dan dijadikan ruang guru atau bahkan gudang. Itu semua karena ketidakmampuan dalam pengelolaannya.

Faktor ketidakmampuan tersebut karena ketidaksiapan guru atau sumber daya manusia untuk memanfaatkan fasilitas yanhg diberikan oleh berbagai macam input kegiatan yang ditujukanran ke sekolah tersebut. Disini peran  guru kurang memiliki kreativitas untuk memanfaatkan fasilitas yang ada. Dengan kata lain, guru kurang professional menjalankan seluruh tanggungb jawab dan kewajibannya di sekolah. profesionalisme merupakan hal penting bagi guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif.

 

 

 

 

 

  1. B.     Rumusan Masalah
    1. Apakah pengertian profesionalisme dan bagaimana tahapan keprofesionalan guru itu?
    2. Faktor   apa sajakah yang merupakan pendukung utama keprofesionalan guru?
    3. Mengapa seorang guru memerlukan sertifikasi jabatan?

 

  1. C.    Tujuan  Penulisan
    1. Mengetahui pengertian profesionalisme dan mengetahui bagaimana tahapan keprofesionalan  guru.
    2. Mengetahui faktor-faktor  yang menjadi pendukung keprofesionalan seorang guru.
    3. Mengetahui fungsi sertifikasi jabatan guru.

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

                           

  1. 1.      Pengertian profesionalisme guru

Sadirman A.M. berpendapat: profesi sebagai suatu pekerjaan yang memerlukan pendidikan lanjut di dalam science dan teknologi yang digunakan sebagai perangkat dasar untuk diimplementasikan dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat.

University of northern lowa (2005: 1) menyebutkan ada 14 kompetensi yang harus di miliki guru professional, yaitu:

1)      Memahami materi dan keterampilan di bidangnya

2)      Memahami perkembangan peserta didik dan proses belajar

3)      Memahami pembuatan rencana pembelajaran

4)      Dapat memilih dan menggunakan strategi pembelajaran

5)      Memahami kebutuhan lingkungan belajar dan pengelolaan kelas

6)      Memahami strategi komunikasi

7)      Memahami strategi penilaian atau evaluasi

8)      Memahami penggunaan strategi motivasi

9)      Memahami strategi pemecahan masalah atau pengaambilan keputusan

10)  Memahami hubungan rumah, sekolah, masyarakat

11)  Dapat menggunakan teknologi

12)  Memahami strategi multibudaya

13)  Memiliki keterampilan hubungan manusiawi

14)  Memiliki karakteristik kualitas personal.

Guru professional meyakini bahwa hidup adalah belajar terus-menerus menuju kesempurnaan. Belajar bukan hanya bentuk resmi di ruang kelas, tetapi memiliki makna yang luas.

 

 

Dimanapun, kapanpun, bersama siapapun belajar tidak di batasi( Long live education).     

Keprofesionalan merupakan sesuatu yang dinamis sesuai dengan perkembangan yang terjadi di lingkungannya. Standar professional diperoleh melalui tahapan yang panjang yaitu:

  1. Rancangan pembelajaran  yang sesuai kurikulum yang akurat
  2. Suasana kelas  dan manajemen kelas yang efektif
  3. Implementasi dan pengelolaan pembelajaran sesuai rancangan
  4. Asesmen dan komunikasi sesuai dengan pengajaran
  5. Kolaborasi dengan teman sebaya, orang tua, masyarakatdan komunitas lainnya
  6. Self-review dan evaluasi pengaruh pada pertumbuhan dan belajar peserta didik
  7. Pengetahuan akademik umum yang sesuai dengan bidangnya
  8. Rencana pembelajaran menyesuaikan dengan metode mengajar dan mata pelajaran yang di ajarkan.

Dengan adanya standar keprofesionalan di atas, maka dapat di tarik kesimpulan bahwa syarat guru professional yaitu:Memiliki dasar-dasar pengajaran yang efektif , sistematis dan komunikatif. Serta memberikan motivasi kepada peserta didik untuk belajar dan tanggap terhadap tujuan pembelajaran sehingga ada hasil yang dicapai setelah pembelajaran.

 

  1. 2.      Faktor pendukung utama keprofesionalan guru

Di sini peran guru sangat penting dimana guru melakukan pendekatan konstruktif yaitu peserta didik di tempatkan pada posisi yang memiliki kemampuan belajar, sehingga peran guru adalah sebagai pelatih, pemandu, dan pendorong di sat di perlukan oleh peserta didik.

 

 

 

Untuk itu di perlukan pendukung utama professional guru yaitu:

  1. Mengajar untuk memahami

Pengajaran di kelas bertujuan agar siswa memahami tentang materi yang di pelajari.

Metode pemmberian tugas dengan pembuktian, merupakan pendekatan yang di harapkan agar siswa dapat langsung mengikuti prosedur, dan langsung mengalaminya.

c. Penekanan pada berpikir dan keterampilan pemecahan masalah

d. Menciptakan masyarakat pebelajar

e. Mengajar dengan intelegensi jamak

f. Motivasi  peserta didik: pembentukan kognisi

 

  1. 3.      Pentingnya sertifikasi bagi guru

Mutu pendidikan di Indonesia yang jauh tertinggal dari Negara lain, menimbulkan kritik tajam dari kalangan masyarakat yang di alamatkan pada institusi pendidikan. Berbagai program perbaikan mutu telah dilakukan, diantaranya sertifikasi professional guru. Sertifikasi dan resertifikasi ini di harapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan kepercayaan kepada stakeholders. Rasaionalisai perlunya sertifikasi bagi guru adalah Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 39, globalisasi pendidikan dan rencana pemberlakuan standar nasional pendidikan.

Sertifikasi adalah pengakuan secara resmi kompetensi seseorang untuk memangku suatu jabatan professional.sertifikasi guru bertujuan untuk menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan nasional, peningkatan mutu hasil pendidikan. Manfaat sertifikasi guru antara lain : pertama, melindungi profesi guru dari praktik-praktik pendidikan yang tidak kompeten,yang dapat merusak citra profesi guru. Kedua, melindungi masyarakat terhadap praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas. Sejak tahun 2006 pemerintah memberlakukan subsidi peningkatan kualifikasi guru pada satuan pendidikan dasar dan menengah yang sedang dan akan menempuh pendidikan jenjang S1/D-IV, baik guru PNS maupun bukan PNS. Sehingga diharapkan guru-guru yang ada dan telah memenuhi persyaratan dapat memperoleh sertifikat sesuai  rentang yang ditentukan oleh undang-undang. Dengan adanya sertifikasi ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk benar-benar dapat meningkatkan kualitas para pendidik yang nantinya juga dapat berperan penting dalam upaya “ mencerdaskan generasi penerus bangsa”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.   Kesimpualan

 

Dari uraian di atas dapat diperoleh kesimpulan, bahwa proses peningkatan profesionalisme seorang guru masih perlu di tingkatkan lagi dengan metode-metode yang sudah diterapkan, sehingga  kualitas mutu pendidikan di Indonesia akan jauh lebih maju lagi dan profesionalisme guru tidak di ragukan lagi. Menjadi seorang guru harus mempunyai kompetensi yang di butuhkan didalam ranah pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, sebagi seorang guru harus mampu menjadi guru yang mempunyai profesionalisme tinggi, agar pendidikan di Indonesia mampu bersaing dengan mutu pendidikan di Luar Negeri

 

  1. B.   Saran

 

Pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi pendidikan di Indonesia karena kondisi pendidikan di Indonesia saa tini yang sangat memprihatinkan terutama bagian sarana dan prasarana pendidikan yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Seharusnya anggaran pendidikan di Indonesia di tambah, tidak lupa pula kesejahteraan para pendidik juga perlu di perhatikan. Keprofesionalitasan guru juga menentukan kualitas pendidikan seseorang. Peningkatan profesionalitas guru juga di perlukan misalnya peningkatan pendidikan guru ketingkat yang lebih tinggi

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Profesionalismeguru.wordpress

 

Chumdari.2005.Landasan – landasan Pendidikan Sekolah Dasar.Surakarta:Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>